Selasa, 13 Maret 2012

Cerpen Romantis

DREAMING WITH YOU
Cerpen NN

Senja selalu punya hubungan dengan awan merah bersemburat jingga.
begitu juga awan yang juga punya hubungan dengan langit luas nan elok.
Menyenangkan....
tapi,,hanya ada satu yang masih melekat mantap di otakku dan terekam dengan rapi.
ya,,Rumah sakit dan impian yang ada didalamnya......
"Hauh,,Ma,,capek nih" kataku sambil menguap.
Mama hanya geleng-geleng kepala.
"Jangan gitu dong ci, kita kesini kan mau jenguk tante ina" ujar mamaku lembut sambil membetulkan jilbab putihku. Aku hanya mangut-mangut kecil. Rasa sesal menyusup lembut dihatiku. Ya,,aku sangat menyayangi tante ina. Tante yang selalu ada untukku sejak aku kecil. Walaupun tante sudah penyakitan sejak kecil, tante hampir tak pernah bersedih. Baginya kesedihan hanya akan menambah beban.
"Assalamu'alaikum tante" ucapku girang ketika memasuki bangsal tante. Aroma ini begitu khas, karena dulu ketika kecil aku sering kesini. Aku menutup mataku. Ingatan itu kembali muncul. Ketika kecil aku pernah bertemu dengan seorang anak lelaki di bangsal anak di rumah sakit ini. Aku begitu ingat tatapan matanya ketika aku pertama berjumpa. Tajam namun penuh kehangatan. Aku tidak tahu pasti berapa umurnya. Tapi yang paling kuingat anak itu pernah melindungiku ketika aku hampir tertimpa sebuah nampan yang dibawa oleh seorang suster.
Aku nggak terlalu ingat. tapi setelah itu aku dengar teriakan dan suara panik suster dan darah berceceran dimana-mana. Sejak itu aku tidak pernah melihat anak itu lagi.
"Ci, kok ngelamun" Kata tante menyentakkan lamunanku.
"Ahhh gak kok, oh iya tante ichi mau jalan-jalan dulu ya nyari udara segar, lagi capek nih tan habis eksul di sekolah" Kataku dengan penuh semangat. Tante Ina hanya mengangguk kecil tanda persetujuan.
Aku memandangi setiap koridor yang kulewati. Rasanya tetap sama seperti dulu. Dingin, dan menakutkan. Sesekali ku coba mengintip aktivitas di setiap bangsal. Dan tentu saja yang paling membuatku kangen adalah bangsal bagian anak. Ku buka pintu putih yang dingin itu. Dari dalam langsung terdengar tawa riuh anak-anak. Mataku terfokus pada seseorang yang mereka kerubungi. Seorang cowok berambut keriting dengan mata coklat dan kulit putih dan senyum ramahnya sedang asyik menceritakan sesuatu pada mereka. Aku menajamkan pendengaranku. Samar-samar kudengar lelaki itu bercerita tentang Mimpi seorang cowok dengan seorang gadis yang disukainya dirumah sakit. "Dreaming with you" gumamnya diakhir ceritanya.
"Kakak sedang apa?" tanya seorang anak kecil mengagetkanku. Spontan seluruh mata tertuju padaku. begitu juga dengan cowok itu. Tapi aneh mata cowok itu yang tadinya ramah berubah dingin dan tajam...
dia lalu berkata sinis "Kamu siapa dasar penganggu"
Wajahku terasa memanas. Ingin rasanya aku marah tapi aku malu. Aku lalu berbalik dan hendak pergi.
"Tunggu" terdengar suara cowok itu lagi.
"Siapa yang nyuruh kamu pergi, mulai besok kamu wajib kesini" katanya cuek lalu meninggalkanku yang masih terheran-heran.
Ada apa sih ini?
bersambung....
tunggu kelanjutannya ya....

DIBAWAH SENYUMAN HUJAN
Oleh NN

Waahh...ternyata aku terlalu asyik mengerjakan beberapa kerjaan kantorku, sampai-sampai aku tidak sadar kalau diluar sana telah turun hujan deras. Ups!! spontan aku melongo kearah luar , ku hentikan jari-jariku yang dari tadi sibuk memencet-mencet tombol komputerku. Dan mulailah kedua tanganku menopang daguku. Ku lihatin air hujan yang terus menerus turun dari langit itu...dan ku resapi setiap detakan suara yang keluar dari hujan itu. Subhanallah.... suara hujan itu menenangkan fikiranku.  Dan masih dalam tatapan kagumku.... aku tersenyum tersipu malu, tiba -tiba saja hatiku berujar...aahhh....hujan itu telah mengingatkanku tentang perjalanan kasih aku dan dia. Waktu itu.... tepatnya hari weekend, kami berdua menyempatkan diri untuk berjalan-jalan walau hanya sekedar reflesing alias cuci mata. Tanpa terasa waktu terus berlalu dan mengharuskan kami untuk segera pulang. Taaapiii.... setibanya kami didepan pintu keluar, eehh...ternyata diluar hujan deras.

Kami pun saling berpandangan seolah-olah mata kami saling memberikan isyarat,
"o..o..hujan...kayak mana kita mau pulang yach..??".
Dengan sabar kami pun menunggu hujan itu reda sambil bercerita hal-hal yang lucu. Akhirnya hujan pun reda juga, dan kami segera beranjak dari tempat itu dan kembali pulang. Selang beberapa hari kemudian setiap kali kami jalan berdua..selalu saja hujan turun, bahkan saat kami berada tepat ditengah jalan yang kami lalui. Mau tidak mau akhirnya kami pun kebasahan. Ternyata aku maupun dia, kami sama-sama menyimpan pertanyaan yang sama pula,
"kenapa yach...setiap kita jalan berdua... pasti selalu saja turun hujan".
Sampailah pada suatu hari, dimana dia akan melaksanakan sidang skripsinya, dia memintaku datang untuk melihat dan memberi semangat padanya. Waktu itu hari begitu terik, seakan-akan matahari tepat berada diatas kepalaku. Dengan langkah cepat aku pergi kekampusnya berharap aku tidak ketinggalan melihatnya mepresentasikan skripsinya. Sampailah aku disana, dengan tersenyum kecil aku menoleh kearahnya berisyarat....
"ayo cynk..semangat...kamu pasti bisa".
Tak terasa hari semakin sore, namun kegiatan itu belum juga berakhir bahkan akan disambung lagi setelah magrib. Entah kenapa... mataku ingin menatap langit sore itu. Waaahh...ternyata langit sudah mendung, hhhmm...sepertinya akan turun hujan lagi, fikirku". Bergegas ku menghampirinya dan berkata,
"masih lama lagi yach cynk???sepertinya bakalan hujan lagi hari ini, dan bisa-bisa kita kehujanan lagi pulangnya".
Dia justru membalas dengan senyuman genit, dan malah menggoda ku dengan kata-kat,
"tenang cyg..kan ada payung cinta kita, hhmm..tapi suka kan kalau hujan-hujan..biar bisa sekalian mandi hujan, iya kan???".

Spontan saja wajahku memerah kayak tomat. Magrib pun selesai dan kegiatan dilanjutkan kembali. Satu persatu pesertanya maju dan akhirnya selesai juga. Taaapii...tiba-tiba terdengar suara gemuruh, tak lama kemudian suara hujan menyusul. Semua orang yang ada disana pada mengomel-ngomel sendiri karena hujan turun disaat semuanya hendak pulang kerumah masing-masing. Tuh kan...beneran turun lagi hujannya, gumamku. Yaahh...sekali lagi mau tak mau kami pun menunggu hujan itu reda. Satu jam, dua jam, dan tiga jam berlalu, hujan itu belum juga reda, sementara malam semakin larut. Akhirnya kami sepakat untuk tetap pulang dengan menerobos hujan itu. kami berlari meninggalkan kampus itu menuju persimpangan untuk menunggu angkot yang akan kami naiki (maklum..saat itu kami belum punya kereta...hihihi).

Baju kami basah, badanku mulai menggigil, dan dingin semakin mencekam. Lama kami menunggu, belum juga ada angkot yang lewat. Hujan pun semakin deras, kami berdiri merapat, dengan jaket yang basah dia tetap memberi alas kepalaku, dan dia merangkulku hangat. Saat itu yang bisa kami lakukan hanya senyum-senyum, tertawa-tawa, dan sesekali saling mengejek. Sesaat kami terdiam dibawah senyuman hujan, menghitung berapa kali kami sering kehujanan. Tiba-tiba saja dia tertawa kecil, samar-samar ku dengar dia berucap "UTJAN".

Aku memandanginya lalu bertanya apa artinya. Kemudian dia menjelaskan, UTJAN itu adalah HUJAN. Karena kita berdua sering kehujanan, jadi nama itu saya hadiahkan untuk cyg. Berharap saat memanggil nama itu, semua kenangan harini tidak pernah terlupakan, saat kita berdiri kedinginan dibawah senyuman hujan serta terciptanya nama UTJAN. Angkot yang kami tunggu pun akhirnya datang, dan kami segera pulang.


HADIRMU ADALAH KETERKEJUTANKU
Oleh NN

Awal aku berkenalan denganmu saat itu aku sedang memasuki tahun kedua dan baru saja beberapa bulan putus dari mantan pacarku yang – kalau tidak salah ingat – hanya berumur empat bulan. Dengan alasan yang sepele dan tidak logis aku memutuskan hubungan itu. Entahlah, mungkin saat itu aku sedang mangkat-mangkatnya dengan segala kesempurnaan yang aku punya sehingga meremehkan hubungan yang ada.

Sebagai pihak yang memutuskan memang aku tidak tahu bagaimana rasanya berada di pihak yang diputuskan; bagaimana rasanya ingin selalu tetap bersama orang yang disayangi; bagaimana rasa sakitnya menerima keputusan dari orang yang disayang. Kuakui saat itu memang egois. Sebenarnya diriku sendiri jauh dari kata ‘sempurna’ seperti orang-orang yang memang mendapatkan predikat itu. Sempurna yang aku maksud di sini adalah aku dengan lingkungan sosialku; aku dengan kegiatan perkuliahanku; aku dengan segala aktivitasku; aku dengan adrenalin yang memompaku untuk terus menerus bergerak. Aku yang cukup mandiri dan tak mau ditentang; aku yang selalu benar dan tidak mau disanggah. Tak ayal kehidupanku dengan lawan jenis pun juga sedang gencar-gencarnya. Keakuan dan darah mudaku. Ya itulah aku. Tapi itu dulu sebelum bertemu seseorang yang mengajarkanku tentang kehidupan yang sebenarnya. Perubahan drastis yang benar-benar berbeda antara aku dulu dan sekarang. Satu kalimat bijak yang selalu kuyakini,
“Suatu akhir merupakan sebuah awal perjalanan baru”.

Aku cukup ingat bagaimana kita berkenalan, mungkin bisa dikatakan agak sedikit aneh. Perkenalan itu terjadi melalui pesan singkat yang masuk di kotak masuk telepon selulerku (ponsel). Tanpa basa basi kamu langsung mengajakku berkenalan dengan menyebutkan nama, umur dan tempat tinggalmu. Hanya keterkejutan yang aku dapatkan. Keterkejutan itu diantaranya adalah pertanyaan-pertanyaan tentang kamu dapat dan tahu dari mana nomor ponselku, karena selama aku punya ponsel beserta nomornya, aku tidak pernah menggunakan untuk hal-hal yang kuanggap norak atau kampungan seperti kenalan. Keterkejutan yang dibarengi dengan keanehan. Tapi sudahlah, seandainya saat itu aku tidak menanggapimu, aku tidak akan benar-benar bisa belajar tentang arti hidup sebenarnya; tentang kehidupan cinta khususnya.

Perkenalan dan keanehan pun berlanjut, hingga akhirnya kamu intens menghubungiku dan juga sebaliknya. Dengan kesadaran tinggi bahwa perkenalan kita yang cukup aneh tapi tetap saja komunikasi dilakukan. Kita yang berbeda hampir 12 tahun dari usia masing-masing pun tidak jadi penghalang dalam komunikasi, karena memang bukan itu alasanku untuk mempunyai banyak teman. Kamu yang begitu mempunyai wawasan luas; kamu yang tidak membosankan ketika berdiskusi; kamu yang menyenangkan dalam batasan candamu. Kamu yang bisa mengontrolku tanpa harus mengekang; kamu yang bisa diandalkan dalam menyelesaikan masalah dan memberikan solusi melalui beberapa pilihan tanpa memaksakan kehendak. Kamu yang selalu bisa membuatku terkagum-kagum dengan pembawaan apa adanya. Aku seakan menajadi salah satu fans berat kamu saat itu.

Semua hanya masalah waktu. Tibalah saat itu, untuk pertama kalinya kita bertemu. Janji temu yang dilakukan ditempatmu, daerah Jakarta Selatan bersebrangan dengan Taman Makam Pahlawan. Rumah dengan beberapa kamar kost, satu dapur dan halaman yang agak luas, cukup untuk memarkir beberapa kendaraan di sana. Kostanmu dengan kamarnya berukuran 5 x 6 meter dan dilengkapi tempat tidur yang cukup untuk satu orang serta televisi 14 inch, kipas angin, sebuah kulkas, lemari pakaian dan beberapa perlengkapan lainnya. Untuk pertama kalinya juga aku melihat penampakanmu yang menjemputku tepat dimana kita janjian untuk bertemu di depan Taman Makam Pahlawan. Kamu yang saat itu hanya mengenakan kaos dalaman putih dan bercelana pendek dengan postur tubuh yang lebih tinggi sedikit dari aku, berkulit putih bila dibandingkan denganku, berperawakan tegas dan terlihat santun. Sejjurnya saat itu juga yang ada dibenakku adalah apa yang aku lakukan hingga bisa mendatangi dan menyetujui janji temu ini? Pikiran bodoh yang selalu timbul di saat-saat terkahir setelah kejadian.

Perasaanku saat bertemu dengan kamu bagaikan seorang peserta yang sedang mengikuti acara disalah satu televise dimana peserta diminta untuk membuktikan apakah terdapat makhluk lain selain manusia di sebuah tempat menyeramkan dan hanya ditemani sebuah lilin. Iya, seperti itulah perasaanku. Asing karena berada di tempat kamu, ketar ketir karena mungkin saja aku berkenalan dengan seorang psikopat. Namun dilain hal niat baikkulah yang menenangkanku dan biasanya memang benar, apa yang kita niatkan di awal tentang kebaikan maka akan berakhir baik pula.

Lucu sekali bila kuingat momen pertemuan itu. Semua cara dan pembawaanmu yang tidak jauh berbeda seperti saat di telepon atau pesan singkat. Sejam, dua jam hingga aku tersadar matahari pun sudah mulai akan berpamitan kepada dunia. Kebersamaanku denganmu pun harus disudahi. Apakah aku mulai nyaman berada deketmu? Sampai sanggup berlama-lama dan tak sadar akan waktu. Atau mungkin waktu yang terlalu berjalan sangat cepat? Sampai-sampai aku tak sempat merasakan detiknya.

Baru saja kuberdiri untuk berpamitan, tiba-tiba tanganku menyambar tanganku dan mata kita sudah bertatapan tajam satu sama lain. Lalu dengan nada suara yang serius kamu mulai berkata, “Dari awal kita berkenalan dengan ketidaksopananku dan di sana ada proses aku mengenalmu aku merasakan hal yang berbeda yang aku sendiri sulit untuk menjelaskannya, entah apa itu, saat ini mungkin adalah waktu yang tepat bahwaku benar-benar sayang kamu dan aku mau jadi lelakimu untuk menjalani hubungan yang lebih serius. Kamu mau terima aku?”. Layaknya seseorang yang sedang ditantang untuk menaiki bungy jumping. Jantung kamu terpacu kencang mulai dari saat menaiki kereta (lift) menuju ke atas untuk sampai di tempat yang tingginya hampir 200 meter dari tanah dan petualangan tidak berhenti di situ. Setelah sampai di atas kamu akan di ikat kakinya dengan pegas berukuran besar dan lompatlah kamu. Itulah yang dapat aku gambarkan ketika menerima ucapannya. Ucapan yang tidak pernah ada dalam pikiranku bahkan tidak pernah kuprediksikan sebelumnya. Dan aku hanya meresponya, “Beri aku waktu untuk menjawab. Aku janji secepatnya aku akan kabari kamu.” Kemudian kamu pun mengantar dan menungguiku sampai naik angkutan umum dengan nomor yang sama yang membawaku ke tempatmu tadi.

Dua hari, iya, dua hari cukup bagiku untuk memastikan tentang perasaanku padamu. Aku semangat sekali hari itu. Dan kamu pun tak henti-hentinya menjalan komunikasi yang lebih intens lagi dari sebelumnya, mulai dari kemarin lusa pada saat di jalan menuju rumah hingga sampai di rumah. Serta seharian lalu. Menyenangkan rasanya. Aku meminta kamu untuk dating ke rumahku. Rumahku yang letaknya di Tangerang dekat dengan Sekolah Tinggi Adminitrasi Negara; rumahku yang ditinggali orang-orang tersayang dan mungkin saja kamu akan menjadi bagian dari orang-orang tersayang itu. Itu cuma kemungkinan kecil saja. Mendekati waktu isya, kamu sudah sampai dirumahku; bertamu. Aku sudah bisa mengetahui apa yang kamu rasakan saat itu. Persis seperti saat aku pertama kali dating ketempatmu. Luar biasa deg-degan bukan?

Satu persatu kuperkenalkan anggota keluargaku. Sehauh yang kulihat tanggapan mereka positif mengenaimu. Sejauh itu pula aku melihat bentuk mukamu yang gelisah dan tak sabar untuk tahu tentang jawabanku atas pertanyaanmu kemarin lusa. Waktu bertamu pun usai. Kamu makin kelihatan putus asa dan tak bersemangat. Pembicaraan seperti terpaksa. Di penghujung malam itu aku sembari menemanimu yang pamit pulang kuantar hingga depan pagar rumah. Dan sebelum kamu mengucapkan sesuatu, yang mungkin ucapan untuk berpamitan pulang, aku secara reflex menggapai tanganmu seperti yang kamu lakukan dulu, lalu.. “Aku mau kamu menjadi lelakiku. Aku mau kit apunya hubungan yang serius. Hanya aku dan kamu.”. Kamu tahu? Rona wajahmu langsung berubah mirip orang yang mendapatkan hadiah lotere dengan kesetiaan menunggu yang luar biasa. Tidak dapat dipungkiri bahwaku juga merasakan hal yang sama. Lalu dengan rasa sayang dan lembut kecupan bibirmu sudah ada di keningku. Dan malam itu akan menjadi malam yang bersejarah yang selalu akan kita ingat ditemani dengan cerahnya bulan dan bintang serta sebuah saksi bisu yaitu pagar rumahku. Keyakinan akan tertidur lelap dan bermimpi tentang kita sudah dapat dipastikan akan terjadi.

Hari demi hari. Bulan demi bulan. Tak terasa sudah hamper dua tahun kita menjalani hubungan ini. Tahun pertama di hari jadi kita, kamu menghadiahi aku sebuah kamera digital dan foto kita saat kencan pertama di sebuah restoran yang secara diam-diam entah siapa yang mengambil gambar itu. Tahun kedua kamu memberikan kejutan lain, kamu memberikan sepasang cicin yang di dalam lingkarannya terdapat inisial aku dan kamu. Dengan tulus kamu mengatakan bahwa ingin mempunyai hubungan ke tahap selanjutnya yang lebih serius. Kamu selalu punya cara meberikan kejutan-kejutan dalam hubungan ini. Kespontanitasan kamu yang membuatku menilai bahwa ku tak pernah salah menerimamu sebagai lelakiku saat itu.

Kedekatanmu dengan keluargaku semakin membulatkan keyakinanku bahwa kamulah orangnya. Kamu yang tanpa kuketahui ternyata punya keahlian memasak ketika kumain ke kostanmu. Itu membuatku terkejut. Kamu yang tiba-tiba dating ke tempat perkuliahanku hanya untuk makan siang bersama-sama. Itu membuatku terkejut. Kamu yang ketika itu mengetahui aku kurang sehat dengan rela menemani dan setia merawatku meskipun aku pasti akan sehat lagi. Itu membuatku terkejut. Kamu yang ternyata juga banyak kesamaan dalam hal musik, tontonan dan tak pernah mengeluh ketika ku ajak belanja-belanja. Sampai-sampai kita punya lagu untuk kita. Segalanya tetap membuatku terkejut.

Luar bisanya kesabaran yang kamu punya dalam menanganiku adalah hal terbesar mengapa aku di sini bersamamu; mengapa hubungan ini tetap bertahan. Ada kamu, aku ada. Mirip salah satu judul film Indonesia. Tapi memang benar adanya. Aku mungkin bukan siapa-siapa tanpa kamu; aku mungkin tidak akan menemukan jati diri tanpa kamu.

Banyak hal sudah kita lalui selama dua tahun hubungan yang kita jalin. Sekarang memasuki tahun ketiga aku masih tak punya ide apa yang kamu lakukan di hari jadi kita nanti. Impianku hanya satu dan tidak terlalu muluk. Aku ingin kamu terus ada disampingku dan terus menjadi lelakiku yang apa adanya kukenal awal lalu. Dan semoga hubungan yang kita jalin ini selalu dberkahi. Itu saja tidak lebih.

Terlalu banyak makna cinta dari tokoh-tokoh terkenal atau bahkan orang-orang awa, dengan versinya masing-masing. Sedangkan aku sendiri punya makna tentang cinta dari dulu hingga sekarang. Cinta adalah ‘saling’. Makna yang menggantung dan plural. Makna yang aku berikan pada cinta tidak melulu tentang hal-hal positif. ‘Saling’ disini adalah saling mengerti, slaing dukung, saling menghargai, saling percaya, saling sayang, saling melindungi, saling kecewa, saling berbohong, slaing menyakiti dan masih banyak lagi lainnya. Terlepas dari itu semua, aku hanya inginkan kamu di hidupku dan terus mengajariku tentang banyak hal.


INGIN KAMU
Cerpen NN

semenjak itu aku tlah lama mengambil cara yang hebat untuk mengelola arti keinginan memiliki .
tetap sayang dan tidak akan pernah hilang sedikit pun .
entah mengapa perasaan ini semestinya hadir selalu dihatimu , mengapa harus aku yang memulai .
aku disini menunggumu ... dengan sebutan namamu ...
sadarku !! kau lah orang terpenting dalam hidupku ... kurindukanmu !
mencari kesadaran dalam ketulusan cintamu , membuatku yakin dan berniat tuk selamanya bersama .
tercipta kata "tak ingin jauh darimu" namun mengapa terkadang kau memutar bait sebuah kata .
ku tak pernah mengekang untuk memberikan waktu untuk kau pergi.
bukan aku tak mengizinkanmu dekatinya .
hanya saja perasaan ku seperti rumus yang sulit menebak dirimu .!!
 pagi itu pun aku menelusuri dimanakah dirimu berada ?? dengan siapa ?? sedang berbuat apa?? resahku memikirkanmu .
kuciptakan bait puisi , cerpen , lagu berkisah antara kau dan aku.
YA ALLAH S.W.T didiklah cinta karena mu ini , berikan keromantisan dan kehangatan juga ketentraman hati yang membuat spirit dalam hidup ini amin ,,, karena kau lah pemilik cinta jagalah cinta kita .

MAHKOTA EDELWISE
Cerpen NN

“Kalau sudah besar, aku mau nikah sama kamu,” kata-kata polos itu meluncur begitu saja dari bibir mungil Kevin. Matanya memandang lekat ke arah gadis kecil di sampingnya.
Nadin tertegun. Tangannya yang tadi sibuk menyisir rambur barbie menggantung di udara. “Aku nggak mau nikah!” putus Nadin, lalu melanjutkan kegiatannya yang sempat terhenti.
Kevin ngambek mendengar penolakan Nadin. Bibirnya mengerucut. “Kenapa?” dengan paksa Kevin menarik tangan Nadin, meminta perhatiannya.
Nadin kesal dipaksa-paksa seperti itu. Dihempaskannya tangannya sampai sisir di tangn kanannya terlempar. “Aku nggak mau nikah! Aku nggak mau kayak ayah sama bunda yang selalu bertengkar, lalu akhirnya berpisah. Aku nggak mau kayak bunda yang setiap malam selalu nangis gara-gara ayah. Puas!”
Kini giliran Nadin yang ngambek. Kevin kelimpungan bagaimana caranya membuat Nadin kembali tersenyum. Matanya mencari-cari sesuatu yang bisa digunakan untuk membujuk Nadin. Pandangannya tertuju pada segerombolan bunga edelweis. Dipetiknya satu bunga yang menurutnya paling cantik.
Nadin membuang mika saat Kevin menyodorkan bunga ke hadapannya.
“Kamu tau nggak, ini namanya bunga edelweis...”
“Aku tahu!”jawab Nadin ketus. Dia merasa dianggap bodoh tidak tahu nama bunga yang sudah dikenalnya sejak kecil itu.
Melihat respon Nadin, Kevin jadi salah tingkah. “Maksudku, kamu tahu nggak, kalau edelweis juga disebut bunga keabadian.”
Nadin mulai tertarik. Bunga keabadian? Pelan-pelan dia menghadapkan wajahnya ke arah Kevin.
Kevin girang dalam hati melihat Nadin tidak secuek tadi kepadanya. “Jadi gini, orang-orang menyebut bunga edelweis adalah lambang keabadian, karena b unga ini nggak akan layumeski disimpan berapa lamapun.”
“Meski dipetik?”
“Meski kamu memetiknya dan menyimpannya tanpa akar.”
Nadin mengambil edelweis dari tangan Kevin. Diamatinya bunga mungil itu. “Cantik,” gumamnya.
“Aku punya yang lebih cantik dari itu,” Kevin meraih sesuatu dari punggungnya. Mata Nadin berbinar melihat apa yang ada di genggaman Kevin. Sebuah mahkota mungil yang terbuat dari sulur-sulur tanaman dengan hiasan bunga-bunga edelweis yang diselipkan di antaranya.
Mulut Nadin ternganga tapi tak mampu mengeluarkan satu katapun. Kevin meletakkan mahkota yang telah dibuatnya sepanjang malam itu di atas kepala Nadin. Senyum puas tersungging di wajahnya.
“Selama kamu masih menyimpan mahkota itu, selama itu pula aku akan terus bersama kamu. Nggak akan pernah ninggalin kamu...”

“Aduh, sampai kapan sih kamu terus mandangin Kevin sama Putri jalan bareng sementara kamu yang sobat kentalnya Kevin nggak pernah berani ngomong cinta?” cerocos Ersa saat istirahat di dalam kelas yang hanya ada mereka berdua.
“Hah? Maksud loe?” Nadin kegap merasa dituduh seperti itu.
“Aduh, Say, kamu pikir selama ini aku nggak tahu kamu diem-diem ada hati sama Kevin?”
“Aku masih nggak ngerti.”
“Nggak usah pura-pura bego’ deh. Langsung samperin si Kevin, bilang cinta ke dia. Dan aku yakin, Putri akan langsung ditendangnya jauh-jauh.”
Nadin menghembuskan napas berat. Menyadari tak mungkin menyembunyikan sesuatu dari Ersa yang sudah mengenalnya luar dalam itu. “Nggak mungkin lah, Sa. Kevin itu cinta banget sama Putri. Kalau aku ngomong jujur ke dia, yang ada malah persahabatanku sama dia terancam bubar.”
“Tahu dari mana kamu kalau Kevin beneran cinta sama Putri?”
“Kevin sendiri yang cerita ke aku. Tiap kami jalan bareng, yang diomongin Putri, Putri, mulu.”
“Ye, itu elonya aja yang bego’. Kevin kayak gitu kan buat manas-manasin kamu aja. Kamu juga sih yang terlalu kaku sama Kevin. Sok jual mahal lah, sok mentingin pelajaran lah.”
“Aku emang menomorsatukan sekolah kok.”
“Iya, tapi bukan berarti nyuekin sobat kamu sendiri kan. Giliran dia pergi aja, kamu kelimpungan mencarinya.”
Siaul. Bener banget sih!
Nadin sendiri tidak tahu siapa duluan yang berubah. Tiba-tiba mereka dewasa dan sibuk dengan rutinitas masing-masing. Saat mereka SMP, dia merasa Kevin masih miliknya. Hanya ada mereka berdua dan tidak ada orang lain dalam obrolan mereka. Tapi Nadin peempuan. Perkembangan hormonnya tumbuh lebih cepat. Dia ingin lebih diperhatikan. Dan caranya menarik perhatian Kevin adalah dengan marah. Itu yang biasa dia lakukan sejak kecil. Saat Nadin marah, entah karena dirinya atau sesuatu yang lain, Kevin akan mati-matian mencari cara agar Nadin kembali tersenyum.
Tapi lama-lama jurus itu tak lagi ampuh. Kevin mulai bosan dengan sikap Nadin yang gampang ngambek. Setiap Nadin menunjukkan gelagat akan marah, Kevin langsung kabur. Lebih dari itu, Kevin sering membicarakan teman-teman mereka, khususnya cewek-cewek.
“Tau nggak, Nad, si Lala itu cantik banget ya. terus si Meggie itu, wuih, kalau senyum manis banget. Monic juga, udah cantik, pinter lagi, bla... bla... bla...”
Nadin kesal. Ternyata bukan hanya dia seorang satu-satunya cewek di mata Kevin. Ada Lala, Meggie, Monic, dan cewek-cewek nggak jelas lainnya. Setiap kali Kevin menyebut nama cewek-cewek itu, Nadin akan langsung kesal. Kevin yang tidak tahu penyebab Nadin marah membiarkan sahabatnya itu pergi begitu saja.
Tidak ada lagi permintaan maaf. Tidak ada lagi rayuan. Tidak ada lagi bunga edelweis...
Nadin kesal bukan karena cewek-cewek yang disebutkan Kevin. Tapi dia merasa Kevin telah melupakan janji masa kecilnya untuk selalu bersama Nadin. Apakah janji itu tak pernah punya arti? Seperti rengekan bayi yang langsung lenyap begitu disodori lilypop? Atau, Kevin memang masih memegang janjinya? Buktinya mereka masih bersama kan? Kevin dan Nadin masih berangkat dan pulang sekolah bareng. Masih sering menghabiskan waktu luang bersama. Tapi tak pernah lebih dari itu...

“Ini satu-satunya kesempatan kamu,” Ersa menyodorkan selembar pamflet di meja yang di duduki Nadin. Nadin membaca judulnya: PROMNITE PARTY
“Maksudnya?”
“Ya elah nih anak. Ya kamu ajak Kevin lah buat jadi pasangan kamu.”
“Kevin pasti ngajak Putri.”
“Nggak bakal. Di sini persyaratannya cewek yang harus ngajak cowok.”
“Apa bedanya coba. Toh itu cuma buat seru-seruan aja. Lagian kalau hanya gara-gara persyaratan konyol itu Kevin nggak bisa ngajak Putri, Putri yang akan ngajak Kevin.”
“Taruhan, Putri nggak akan ngejatohin harga dirinya untuk ngajak cowok duluan.”
“Jadi maksud kamu, aku tipe cewek yang nggak punya harga diri, gitu?”
“Bukan gitu, Say. Nih anak sensi banget sih. Maksud aku tuh, kalian kan udah lama berteman, jadi nggak ada gengsi-gengsian lagi dong. Tinggal membuat obrolan ringan, lalu ajak deh,” Ersa menaik turunkan alisnya. Merasa idenya ini brilian sekali. Urgh!
“Nggak!” tegas Nadin. Gila aja nurutin idenya Ersa. Mending nggak usah dateng sekalian ke acara dansa-dansi nggak penting kayak gitu.
Tapi ternyata Nadin salah. Tiga hari menjelang acara promnite itu, seluruh teman-temannya heboh membicarakannya. Mulai dari curhat belum nemuin pasangan yang pas, masalah gaun warna apa yang pantesnya dipakek, sampai janjian ke salon jam satu siang padahal acara baru akan dimulai pukul delapan malam. Helo... emang mau operasi plastik ya? heboh banget.
Dan sialnya hanya Nadin seorang yang berpikiran jelek tentang promnite. Teman-temannya malah berbalik menghina saat dia memaparkan betapa tidak pentingnya pesta dansa.
“Halah, Nad, jangan mentang-mentang nggak ada yang mau kamu ajak, nggak perlu sewot gitu kan.”
“Nadin, kamu tuh sebenarnya cantik. Tapi kamu terlalu kutu buku.”
Itu masih mending, ada hinaan yang lebih sadis. “Nadin nggak suka cowok ya?” jedieng! Nadin langsung mati gaya.
Tentang Kevin, dia hanya pernah sekali membahas soal promnite saat mereka pulang sekolah bareng. “Nad, temen-temen pada heboh ya membahas masalah promnite. Mungkin karena ini pesta dansa baru pertama ini diadain di sekolah kita kali ya. kamu kepikiran buat dateng nggak? Udah ngajak cowok belum?”
Nadin diam, tak menanggapi omongan Kevin. Kevin lalu menyingkap rambut yang menutupi telinganya. “Ya, pakek headset, pantesan aku dicuekin,” Kevin lalu mempercepat langkahnya.
Sebenarnya Nadin mendengar jelas setiap kata yang diucapkan Kevin, karena tidak ada satu lagupun yang dia putar. Itu hanya kamuflase karena Nadin sebenarnya tidak ingin mendengar cerita Kevin kalau Putri trlah mengajaknya ke pesta dansa itu.

Kevin meraih hpnya yang berdering, “Yap?”
“Kevin, nanti malam kamu mau pakek baju warna apa?” terdengar suara nyaring Putri di ujung telepon. “biar aku bisa samain warnanya sama gaun aku.”
“Baju? Buat apaan?”
“Aduh, Sayang, kamu lupa ya? pesta dansanya kan ntar malam. Jangan-jangan kamu juga lupa buat nyiapin kostum ya?”
“Lho, emang kamu ngajak aku ya? Kapan ngomongnya?”
“Kamu gimana sih? Tentu aja aku akan pergi ke acara promnite sama kamu, kamu kan cowok aku. Nggak usah aku ajak pun udah pasti kan.”
“Tunggu, tunggu. Cowok? Kapan jadiannya?”
“Kamu nyebelin banget sih. Emang pacaran harus nunggu tembak-tembakan dulu ya? kita kan udah sering jalan bareng. Aku pikir selama ini kita...”
“maaf, Putri. Kayaknya kamu salah ngerti deh. Aku aja baru mau PDKT. Jadi kita belum pacaran.”
“Kamu jahat ya, Kev. Tau gini kemaren aku trima ajakannya Dion,” Putri menghentikan ucapannya sebentar. “Udah deh, batalin aja niat PDKT kamu itu, toh aku nggak bakalan nrima kamu!” tut... tut... tut...
Kevin tertegun, kaget juag denget Putri bisa ngomong kasar kayak gitu. Dia memandang ke jam dinding di kamarnya. Beberapa jam lagi pesta dansa di sekolahnya akan dimulai. Dan Kevin sama sekali tak mempunyai rencana. Sebenarnya ada satu cewek yang dia harap akan mengajaknya. Tapi seeprtinya cewek itu tak tertarik.
“Tapi aku hanya punya kesempatan malam ini saja,” putus Kevin akhirnya. Diraihnya kunci motor lalu melesat ke luar rumah.
Nadin kaget saat membuka pintu dan menemukan wajah Kevin di sana.
“Kamu mau kan jadi pasanganku di promnite?” todong Kevin seketika.
Nadin hampir kesedak, tapi dia berusaha memasang wajah tetap cool, “Bukannya diperaturannya cewek yang harus ngajak cowok ya?”
“Hah, persetan dengan peraturan. Kamu mau kan?”
Ingin sekali Nadin bersorak ‘aku mau’, tapi ego membuatnya menelan kata-kata itu. “Aku nggak punya gaun,” katanya datar.
“Sudah kuduga,” Kevin lalu memberikan bungkusan ke tangan Nadin.
“Ini...”
“Aku kasih waktu setengah jam, buruan dandan,” Kevin mendorong punggung Nadin agar masuk ke rumah.
Nadin sendiri baru menyadari kalau pakaian Kevin sudah sangat rapi, “Lima belas menit,” teriaknya.

Kevin tertegun. Dia seperti melihat kembali gadis kecil teman mainnya dulu. Dia berdiri di hadapan Kevin, mengenakan gaun ungu muda selutut dan di kepalanya terdapat mahkota dengan hiasan bunga-bunga edelweis. Hanya saja sekarang gadis itu lebih besar dan... semakin cantik. “Kamu masih menyimpannya?” Kevin menatap mahkota di kepala Nadin.
Nadin hanya menjawabnya dengan senyum manisnya.
Kevin lalu meraih tangan Nadin dan menuntunnya. “Lho, ini kan bukan jalan ke sekolah?” tanya Nadin saat mereka berjalan ke arah sebaliknya.
“Memang tadi aku bilang mau ngajak kamu ke sekolah ya?” Kevin tersenyum misterius.
Kebingungan Nadin terjawab saat mereka tiba di bukit kecil tempat dulu dia dan Kevin biasa bermain. Selama ini mereka tidak pernah ke sini lagi sejak usia mereka menginjak belassan tahun. Dan kini Kevin membangkitkan kenangan masa lalu itu.
“Tempat ini masih cantik ya,” gumam Nadin takjub.
“Nggak,” jawab Kevin. “ada yang lebih cantik dari ini,” Kevin memandang lekat ke mata Nadin yang memantulkan cahaya bulan.
“Will you dancing with me, Princess?”


Kumpulan Kata Kata Rayuan Gombal

Langsung saja berikut ini kata-kata rayuan gombal :

Cowok : eee bapak kamu pasti tukang servis kipas angin ya…?
Cewek : kok tahu sih
Cowok : karena kamu telah menyejukan hatiku……….

Cowok : eee bapak kamu pasti asli Jakarta ya…..?
Cewek : kok tahu sih
Cowok : karena kamu telah memonaskan hatiku….

Cowok : eee kamu suka main ke warnet ya…?
Cewek : kok tahu sih
Cowok : Karena kamu telah mendownload hatiku….

Cowok : eee kamu pasti suka gaya Briptu Norman ya……?
Cewek : kok tahu sih
Cowok : karena kamu telah menchaiyya – chaiyyakan hatiku…..

Cowok : eee Bapak kamu seorang pilot ya….?
Cewek : kok tahu sih
Cowok : karena kamu telah menerbangkan hati……

Cowok : eeee kamu pasti anak ragil ya…?
Cewek : kok tahu sih
Cowok : Karena kamu telah memanjakan hatiku……

ayuan gombal

Kumpulan rayuan gombal update hari ini terbaru 2012 atau kata2 rayuan gombal cinta romantis, koleksi kata-kata rayuan cinta maut buat kekasih atau untuk pacar tercinta.

Nah berikut dibawah ini kumpulan sms romantis atau kata kata gombal yang khusus saya koleksi buat sobat2 yang suka pada ngegombal N ngelebay. hee.. Ok langsung saja simak dibawah ini.
 =======================================================

Aku ingin meraih kembali cintamu menjadi kenyataan. Saat diriku dalam siksaan cinta, dirimu melenggang pergi tanpa pernah memikirkanku.

Buat apa berlari dalam kelam? Sedang kabut pun tak mau menyibak. Biarlah semuanya berlalu, mimpi pun aku tak inginkan. Meskipun rindu ini tercipta untukmu.

Saat bertemu, aku tak peduli. Saat kau pergi, aku selalu menantimu. Apakah ini namanya cinta?

Kau datang disaat keegoisan akan cinta tengah mendera. Membawa cahaya dan kedamaian, membuatku tidak mudah menyerah untuk merengkuh kisah cinta bersamamu.

Dalam hati aku menanti, kuserahkan hati sebagai tanda ketulusan cinta.

Meski adakah cinta yang tulus setelah sekian lama lelah mencari. Kapankah perjalanan ini kan berakhir?

Penderitaanku adalah bayangan gelap bagi dirimu, saat kesetiaan menjadi alasan untuk mencampakanku! Aku takkan lari dari cintamu yang selalu memasungku.

Sesuatu yang terbesar dalam hidup ialah mengampuni orang yang menyakiti kita dan tetap mengasihinya.

Jangan pernah berkata selamat tinggal jika masih ingin mencoba. Jangan pernah menyerah selama merasa masih dapat maju. Jangan pernah berkata ya bila tidak menyukainya.

Untuk apa bicara cinta, jika hatimu tak terbuka. Untuk apa bicara cinta, jika matamu tak bercahaya. Untuk apa bicara cinta, jika hanya membuatmu menderita. Bagiku, dirimu adalah sang cinta

Apakah arti cinta jika tidak saling mengerti satu sama lain. Jika keegoisan yang muncul, itu bukanlah cinta.


Kamu seorang interior desainer ya??Abiz, pas kamu masuk, ruangan ini jadi kelihatan lebih indah sih..

Kamu mau sakit nggak? Tapi kalau kenalan ma aku, mau kan??

Kayaknya saya pernah Mlht kamu deh....Tp dmn yah? Oh iya, dalam mimpiku semalem.


Ayah kamu pasti teroris. Soalnya kamu lah bom hatiku!!

Kamu yakin kita gak pernah ketemu?? Aku yakin di kehidupan sebelumnya kita ini pacaranlooohhh..

Hai, kamu senang minum kopi ya?Soalnya aku nggak bisa tidur ngeliatin kamu(namanya juga rayuan, yang minum siapa, yang begadang siapa....)

Kamu percaya ama cinta pada pandangan pertama gak?? Atau aku perlu ngulang melewatimu lagi?Aku gak pernah percaya pada cinta pada pandangan pertama, hingga kamu melintas di depanmataku..

Kamu punya peta gak sih?? Soalnya aku terus tersesat di matamu nih.

Lukisan emang bisa ngejelasin ribuan kata.
Tapi saat aku ngeliat kamu, gak ada kata-kata satu pun di dunia ini yang bisa ngejelasin.

Kalo kamu jadi coca-cola. Kayaknya aku bakal kehausan terus deh..

Tau gak, kayaknya badan kamu terbuat dari 90% air, ya??
Soalnya kamu bikin aku kehausan nih!!

Kalo aku jadi kanibal Sumanto, aku pasti menghabisi kamu deh.
Habis kamu menggoda banget sih.

Kamu tau gak yang namanya Teori Relativitas??
Yaitu kalau kita menaruh tangan kita di atas panci selama satu menit, rasanya seperti satu jam.
Dan kalau aku berduaan bersama wanita cantik seperti mu selama satu jam, rasanya seperti satu
menit.
Melewati satu jam mengenalmu, seperti menambah satu hari usiaku

Saat aku melihat kamu tersenyum, hatiku berlomba seperti di pacuan mobil, yang lari dengan kecepatan dahsyat.

Hatiku meleleh setiap kali kamu memandangku seperti itu.

Tiap kali aku melihatmu, waktu seperti berhenti, dan aku menjadi seperti orang koma, terpaku dengan hati yang berdetak gak karuan.

Tau gak? Waktu kamu lewat, aku ngerasa mendadak silau. Soalnya ada bidadari lewat di
depanku

Sejak pertama melihat kamu, aku percaya kalau bidadari itu ada.
Kayaknya aku harus telpon ke surga deh. Soalnya aku rasa mereka kehilangan satu malaikatnya nih.

Aku udah pernah lihat malaikat di surga. Aku udah lihat hal-hal yang orang-orang cuma bisa bayangkan. Tapi aku belum pernah lihat ada makhluk lebih manis dari kamu.

Katanya bidadari itu sebenernya gak ada. Tapi kenapa kamu ada di sini??
Saat aku bertemu denganmu, para malaikatku membisikkan SEMPURNA!!

Waktu mengandung ibu kamu, pasti ibu kamu dulunya ngidam minum kopi ya? Soalnya kamu
bikin aku melek terus.

Aku gak tahu apa yang kamu pikir tentang aku. Tapi begitu ngelihat kamu, perutku seperti diserbu kupu-kupu.

Kamu seperti donat topping cokelat deh! Habis...kamu manis banget, sih!!

Es krim ku kok manis banget ya?? Pasti karena makannya sambil melihat kamu.
Kamu pasti sering dikerubungi semut ya, soalnya kamu manis sih.

Kamu tau gak definisi cantik? Cantik, ya kamu itu!

Hari ini mood saya jelek banget, biasanya saya bakal semangat lagi kalau lihat cewek cantik senyum. Kamu mau, kan senyum buat saya?

Mata kamu gak hanya indah, tapi matamu juga gerbang menuju surga yang ingin kumasuki..

Kalau ada yang bilang wanita-wanita di surga lebih cantik daripada wanita di bumi, mereka kayaknya belum lihat kamu di sini.

Waktu menciptakanmu makhluk indah sepertimu, kayaknya Tuhan menghabiskan banyak waktu lembur deh.

Aku heran kenapa para kumbang dan kupu-kupu di taman ngelewatin yang sangat indah
sepertimu.

Kamu sangat cantik, sampai kereta api pun bisa keluar dari rel nya kalau ngeliat kamu.

Kamu makin cantik dan terus bertambah cantik, tiap kali aku memandangmu.

Aku cinta kamu, karena telah mendengarkan segala pikiranku, mengerti segala mimpiku, dan mengisi hidupku dengan rasa suka cita.

Tiap kali mengagumi kecantikanmu, seluruh bagian tubuhku seperti kesemutan, gak bisa ngapangapain.

Senyum kamu manis banget deh, hatiku sampai lumer ngelihatnya.

Ayah kamu ahli perbintangan ya? Sebab aku lihat banyak bintang di matamu.

Kerlip di matamu, kayaknya bisa bikin bintang-bintang iri deh.

Ayah kamu pernah jadi pencuri atau apa gitu?? Soalnya seseorang udah mencuri bintang, dan sekarang aku Melihat bintangnya ada di matamu.

Sinar matamu kayaknya bisa bikin bintang-bintang iri deh.

Memandang matamu, kayaknya bisa bikin aku tersesat nih.

Kamu tuh seperti sendok. Paling bisa mengaduk-ngaduk perasaanku!

Kamu pasti salah satu penyebab pemanasan global deh. Abis kamu benar-benar memanaskan hatiku.

Kamu jago ngegambar?? Gambarin dong, peta jalan menuju hati kamu!"

Kamu jago matematika gak? Kalo jago, bisa ngitungdetak jantungku dong...tiap kali ada di dekat kamu.

Kamu atlet panah yah? Soalnya kamu jago banget sih, memanah tepat di hatiku.

Kamu orangnya nggak pernah capek ya?? Makanya berhenti dong, berlari-lari dalam pikiranku.

Ayah kamu pengusaha bantal ya? Soalnya, tiap berdekatan sama kamu, aku ngerasa nyaman banget sih

Sebenarnya aku ini pencuri loh. Dan aku di sini untuk mencuri hatimu

Kamu tuh kayak api ya. Pertama kali liat kamu, aku ngerasa hangat.

Lama-lama ada di dekat kamu, kamu bikin hatiku makin membara nih....

Kayaknya kamu contoh lirik lagu yang dibuat Tuhan deh! Sempurna banget!

Wajah kamu seperti p'acarku yang kelima deh ! Aku baru aja putus dari pacarku yang keempat nih!

Kamu kayaknya jan'gan terlalu banyak ngomong deh! Ntar malam pasti aku pasti nggak bisa tidur. Soalnya seharian mendengar suara indah sih.

Kamu pasti nggak pernah main bola, deh. Kaki kamu indah, sih!

Cari tempat dingin yuk! Hatiku bisa meleleh kalau terlalu lama berdekatan dengan kamu!

Menurut kamu kenapa malam ini hampir gak ada bintang??
Aku rasa, bintang-bintangnya pindah ke matamu...

Jangan pegangan sama besi karet. Kayaknya besinya kotor tuh! Pegangan aja ama hatiku!

Kayaknya tulang rusuk aku ada sama kamu deh ! Boleh gak aku ambil balik lagi??

Aku baru menerima telepon dari Cupid, dia titip pesan untuk kamu. Katanya, tolong kembalikan hatiku..

Kamu punya tensoplas ga?? Lututku luka-luka nih, saat aku jatuh hati padamu.

Kamu kayak angin deh, biar nggak kelihatan tapi aku selalu bisa merasakan kehadiranmu!

Dari semua alfabet, ada empat huruf yang aku paling suka.
Aku suka K.
Aku suka A.
Aku suka M.
Dan aku suka U.
Kalo semua digabung, jadi aku suka K.A.M.U deh

Aku udah pernah jatuh dari jembatan, aku udah pernah jatuh dari tangga. Semuanya gak enak. Tapi ada satu jatuh yang paling enak, yaitu jatuh cinta sama kamu.

Saat aku pertama kali ngeliat kamu, aku memulai hari baru.

Kamu tuh seperti penjahat. Kamu menyusup ke dalam mimpi-mimpiku, mencuri hatiku dan
merampok perasaanku.

Cinta ibarat ikan-ikan yang ada di lautan. Tapi aku rasa kamu adalah satu-satunya ikan yang bisa mengambil cacingku.

Kalau kamu juga cinta denganku, jangan pernah menunda cinta sampai hari esok. Karena besok mungkin saja hari paling sibuk sepanjang minggu.

Andai aku bisa mengatakan betapa kamu berarti untukku...Tapi tiap kali melihatmu, lututku jadi
kram, otakku jadi blank, dan mataku jadi buram, tapi hatiku makin membara.

Aku pingin katakan betapa aku cinta kamu, tapi tiba-tiba aja segala kata-kata kabur dari diriku.
Kamu itu seperti cinta- sulit untuk ditahan.

Kalau dunia berakhir hari ini, mau gak kamu mati secara damai untuk membagi cintamu untukku??

Tiap kali ada di dekatmu, aku merasa dibawa naik ke tangga menuju bintang-bintang.

Kamu pernah ngerasain berjalan di awan dan berayun di bintang?? Aku merasakan itu, tiap kali ada di dekatmu.

Alfabet itu dimulai dengan ABC. Urutan angkat itu dimulai dengan 123.
Dan cinta itu dimulai dengan aku dan kamu.

Kalau aku punya satu harapan, aku ingin membawa kamu ke tempat dimana cinta itu ada.

Mata kamu adalah jendela menuju hatimu. Kalau kamu gak pernah buka, gimana kamu bisa, tau apa isinya.

Mau nggak kamu ikut denganku pergi ke suatu tempat lain, dimana segala mimpi bisa jadi kenyataan. Tempat itu adalah hatiku.

If I could rearrange the alphabet, I would put U and I together.

Kayaknya aku salah jatuh cinta deh. Aku jatuh cinta dengan seorang malaikat. Karena di bumi, gak ada seseorang kayak kamu.

Setiap menit bareng kamu, rasanya kayak di surga. Dan sekarang aku terperangkap di mata sang malaikat

Kita masing-masing adalah malaikat dengan satu sayap. Karena itu aku butuh kamu supaya sayapku bisa terbang.

Hanya satu malam bersamamu kayak menghabiskan waktu selamanya dengan malaikat dalam
surga.

Aku udah tau sih kalau jiwa kita udah pernah ketemu di kehidupan sebelumnya. Sekarang aku pingin hatiku yang ketemu dengan hatimu.

Malaikat bukan berasal dari surga. Bagiku, malaikatku adalah kamu, orang yang memberiku motivasi untuk hidup demi cinta.

Perlakukanlah aku seperti malaikat, dan aku akan bawa kamu terbang ke surga.

Tuhan pasti membuat sesuatu dengan tujuan. Makanya dia menciptakan kamu, seorang malaikat cantik tanpa sayap, untuk nemenin aku di sini selamanya..

Malaikat itu seperti orang-orang, selalu datang dan pergi. Bedanya, malaikat akan bikin hidup kita jadi berarti.

Mudah-mudahan kamu adalah malaikat pertama dan terakhir dalam hidupku.

Dulu aku gak percaya kalau malaikat itu ada, sampai akhirnya aku ketemu dirimu.

Tiap kali aku memandang matamu, aku sadar bahwa malaikat ada di dalamnya.

Kamu itu bagaikan malaikat yah. Terlalu rapuh untuk berada di bumi, dan terlalu cantik kalau berdiri di pintu surga.

Saat aku ketemu kamu, aku melihat malaikat tanpa sayap. Tapi hati sang malaikat bikin aku terbang ke awan.

Kita ini bagaikan sayap-sayap malaikat, terikat bareng dengan cinta dari syurga,
karena itu kita harus bersama-sama terus.

Cintai aku sedetik saja, dan aku akan menyulap satu detik itu menjadi seabad.

Aku rela berkorban segalanya untuk mendapatkan satu masa bersamamu; dan satu masa itu jauh lebih baik daripada seumur hidupku tak pernah mengenal dirimu.

===================================================

Aku cinta kamu, bahkan lebih dari sebelum kamu baca tulisan ini.
Aku cinta kamu, dengan segenap nafas, senyum, dan kentutku, sepanjang hidup.
Sayang, aku cinta kamu, melebihi makanan yang udah gosong.
Aku cinta kamu melebihi boneka Teddy bear ku, tapi tolong jangan bilang-bilang ke dia ya.
Aku cinta kamu sampai satu hari setelah hari kiamat.
Aku cinta kamu melebihi banyaknya jumlah bintang di langit.
Bukan karena salahku kalau aku terlalu cinta sama kamu, tapi ini karena salahmu.
Aku cinta kamu, tanpa alasan apapun. Dan itu adalah alasan yang cukup.

Butuh tiga detik untuk bilang Aku Cinta Kamu. Tiga Jam untuk ngejelasin. Dan Tiga abad untuk ngebuktiinnya..

Aku Cinta Kamu. Kalo cintaku buatmu bisa diibaratkan angka. Bahkan komputer pun kagak bakal bisa ngejumlahin banyaknya..

Aku tahu aku jatuh cinta denganmu, karena tiap kali aku berpikir tentangmu, perutku
rasanyagakkaruan..

Aku tahu aku jatuh cinta denganmu, saat aku bisa melihat anakku yang belum pernah lahir di matamu..

Aku nggak pingin bertamasya atau liburan indah, menggunakan kapal pesiar mewah. Aku hanya ingin bertamasya menuju hatimu..

Kalau aku harus memilih antara bernafas dan mencintaimu...aku akan menggunakan nafas
terakhirku untuk bilang "Aku cinta Kamu"

Aku mungkin gak tau banyak hal. Tapi aku tau banyak tentang satu hal, yaitu aku cinta kamu. Aku cinta kamu melebihi dari rasa cinta itu sendiri.

Atas nama kenangan di hari lalu, cinta di hari ini, dan mimpi di hari esok, Aku cinta kamu.

Aku cinta kamu, bukan karena ini adalah hal yang benar, tapi karena aku memang cinta kamu.
Aku cinta kamu, kemarin, hari ini, dan tiap hari esok yang akan datang.

Tiap kali angin bertiup, dia membisikkan aku cinta kamu. Kenapa aku cinta kamu?? Karena kamu selalu menjadi mimpiku.

Andaikan suatu hari hanya tersisa tiga kata di bumi ini, aku akan pilih kata Aku Cinta Kamu.

Tiap satu bintang di langit, menunjukkan satu alasan kenapa aku cinta kamu.

Aku Cinta Kamu, lebih dari banyaknya jumlah bintang di langit.

Aku Cinta Kamu dan kamu cinta aku. Itu aja lebih dari cukup.

Aku Cinta Kamu, walaupun aku gak tau kenapa, bagaimana, dan sampai kapan. Yang aku tahu cuma satu, yaitu Aku cinta kamu.

Aku Cinta Kamu tanpa basa-basi, tanpa segala kerumitan apapun, dan tanpa rumus apapun.

Aku cinta kamu lebih dari kata-kata....
Aku cinta kamu lebih dari setiap apa yang aku lakukan....
Dan aku akan cinta kamu selalu.

Aku cinta kamu, dengan segala nafas, senyum, dan segala air mataku.

Aku cinta kamu, lebih dari puisi-puisi indah sang pujangga.

Aku cinta kamu, lebih dari rasa cinta itu sendiri.

Aku cinta kamu. Karena denganmu, aku bisa menemukan jalan untuk mencintai diriku kembali.

Aku cinta kamu, lebih dari apa yang kamu tahu, dan lebih dari apa yang aku bisa tunjukkan, dan lebih dari segala-galanya.

Aku cinta kamu. Dan tiga kata ini mungkin bisa mengubah hidup kita selamanya. Tapi demi cintamu, aku rela bertaruh untuk itu.

Aku cinta kamu, di pagi hari, di tengah hari, di setiap saat kita bersama, dan di setiap jam saat kita tak bersama.

Tiap kali angin berhembus, dengarlah karena sang angin selalu berbisik aku cinta kamu.

Aku cinta kamu. Tolong izinkan tiga kata ini untuk berjalan di jiwamu, dan berhenti di hatimu, karena aku berhenti.

Aku cinta kamu, karena telah mendengarkan segala pikiranku, mengerti segala mimpiku, dan mengisi hidupku dengan rasa suka cita.

Saat aku mengenalmu, satu-satunya suara yang bisa dengaradalah suara bisikan hatiku, bahwa aku jatuh cinta padamu.

Saat menyadari aku jatuh cinta denganrnu, seluruh diriku jadi hangat dengan tiap sentuhan, senyum, dan juga suaramu.

Aku cinta kamu, sesederhana dan sesulit itu. Nggak ada alasan lain lagi.

Aku tahu telah jatuh cinta kepadamu, karena tiap kali aku tutup mata, aku selalu melihatmu.

Aku jatuh cintamu, saat aku melihat ke sekelilingku dan yang aku lihat hanya dirimu.

Aku jatuh cinta dengan seluruh jiwamu. Nggak ada kata lain untuk menjelaskan hal itu.

Aku cinta kamu sebagai seseorang, tapi aku jatuh cinta pada jiwamu.

Aku jatuh cinta padamu, saat pikiran, hati, dan jiwaku menari dalam harmoni.

I love you for you, but mostly I love you for what I am when I'm with you.

Cintaku padamu seperti harga BBM dan tarif listrik, gak akan pernah turun, malah selalu naik.

Sayang, kamu tahu gak kenapa berlian begitu berharga?? Nggak apa-apa koq, kalau nggak tahu. Yang penting kamu tahu kalau kamu berharga banget!

Kamu jago bertani ya? Benih cinta yang kamu tanam di hatiku tumbuh subur nih.

Kamu telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupku. Kamu bikin aku gak bisa berpaling lagi ke perempuan lain.

Cintaku buat kamu seperti perang. Gampang banget dimulai, tapi pasti sulit berakhir.

Jatuh cinta denganmu bikin aku semangat kerja di kantor, bikin aku menari tiap kali mendengar suara mesin fotokopi, bikin aku tersenyum saat dimarahin si bos.
Dan bikin hari Jumat jadi hari yang paling kutunggu-tunggu.

Lebih baik aku mati besok deh, daripada harus hidup seratus tahun tanpa mengenalmu.

Kamu tahu nggak_ persamaan sayangku ke kamu dengan matahari? Sama-sama terbit tiap hari sampai kiamat.

Kamu adalah kepingan puzzle yang aku butuhkan, untuk membuat hidupku terasa komplet dan sempurna!

Kalau cinta ibarat penyakit, aku nggak sudi minum obat. Biar aja aku merana diserang penyakit, supaya aku bisa terus bareng kamu.

Jika aku seorang menteri, aku akan mengumumkan rasa sayangku padamu di sidang kabinet.

Kalau suatu saat...ada seorang laki-laki gendut, berbaju merah, tiba-tiba masuk ke kamarmu. dan memasukkan kamu ke dalam kantong jangan takut ya. Karena aku udah bilang ke Sinterklas kalau aku pingin hadiah natalku adalah kamu.

Kalau satu tetes hujan bisa berarti aku cinta kamu. Dan kalau kamu tanya sebanyak apa cintaku?? Kayaknya bakal hujan seminggu penuh.

Duniaku bagaikan sebuah orkestra. Saat kamu datang dalam hidupku, aku berada dalam harmoni yang merdu.

Hatiku ini kayak porselen cina loh. Kalau kamu bener sayang sama aku, tolong hati-hati ya dengan hatiku.

Mencintai kamu itu bikin ketagihan, selalu pingin dan pingin lagi.

Kalau kamu bisa ngumpulin semua hati di dunia ini jadi satu, ga bakal cukup besar dengan rasa cintaku.

Kalau cinta ibarat Disc Jockey, Hidup ibarat lantai disko; Cintamu adalah iramanya, dan Kamu adalah musiknya.

Kalau cintamu ibarat bola basket, aku pingin jadi Michael Jordannya.

Kalau mencinta itu ibarat kejahatan, aku akan menjadi orang yang paling dicari polisi seluruh negara.

Aku ingin seperti prangko. Tetap nempel sampai di alamat tujuan akhir hidupmu.

Kamu bagaikan push-up bra, selalu mendukungku dan selalu dekat di hatiku
(ini khusus rayuan cewek buat cowok).

Cintaku buat kamu seperti hutan belantara, terus menerus tumbuh di penjuru hatiku, dan mustahil buat orang lain untuk masuk.

Cinta kita ibarat barang pecah belah. Jadi tolong bawa dengan sangat hati-hati.

Cintaku buat kamu seperti sebuah cincin emas. Berkilat dan tak berujung.

Cintaku seperti anggur terbaik buatan Francis, semakin bertambah tahun, rasanya semakin lezat.

Cintaku buat kamu sangat dahsyat, seperti suara guntur dan gemuruh tanpa henti.

Cintaku buat kamu seperti baterei energizer. Terus..terus...dan terus......

Andai cinta itu ukurannya satu meter, maka cintaku buat kamu bermil-mil panjangnya.

Aku paling gak bisa mengagumi orang, sampai akhirnya aku mencintai kamu.

Saat aku melihat matamu, semua masalah di dunia ini kayaknya berhenti.

Dunia ini seperti puzzle dan kita adalah dua kepingan yang akan menyempurnakan dunia.

Kebahagiaan adalah dapat tertidur di sebelahmu dan setelah bangun aku akan masih merasa seperti di dalam mimpi.

Aku benar-benar mabuk karena bahagia saat aku bersama denganmu.

Tak ada seorangpun yang sempurna, sampai saat aku jatuh cinta denganmu.

Saat aku minta cahaya, Tuhan beri aku matahari. Saat aku minta air, Tuhan beri aku hujan. Dan saat aku minta kebahagiaan, Tuhan beri aku dirimu.

Mencintaimu bisa mempertaruhkan hidupku. Tapi tiap kali memandang wajahmu, aku tau kalo kamu emang pantas dipertaruhkan.

Mungkin buat dunia ini, kamu bukan siapa-siapa. Tapi buatku, kamulah duniaku.
Kemanapun, kamu pergi. Aku pingin selalu ikut di hatimu.

Kupu-kupu butuh sayap buat terbang... beruang kutub butuh udara dingin buat hidup...dan aku butuh kamu buat terbang ke awan dan hidup di bumi.

Sebuah nama bukan hal yang penting bagiku. Yang terpenting bagiku, adalah saat aku bisa memanggilmu Kekasihku.

Cintaku untuk kamu seperti angin. Kamu gak akan pernah bisa lihat, tapi kamu bisa selalu merasakannya.

Andaikan cintamu itu ibarat sungai yang mengalir ke samudra, aku pingin jadi samudranya.

Hari di mana aku jatuh cinta sama kamu...itulah hari di mana aku mulai hidup.

Kamu adalah hal pertama yang ada di pikiranku saat aku bangun, dan hal terakhir di hatiku saat aku tidur.

Cinta itu manis saat baru dimulai. Tapi lebih manis lagi kalo nggak pernah berakhir.

Rasa sayangku buat kamu seperti air untuk tanaman. Ga boleh terlalu banyak dan terlalu dikit, karena bisa bikin mati. Yang normal saja, maka cinta kita akan tumbuh selamanya.....
(hueeekkk...hueeekkk)

Jangan lupa untuk selalu katakan padaku kalau kamu cinta aku. Tapi ingatlah juga untuk selalu menunjukkan rasa cintamu.

Cinta itu buta tapi kalau udah merasakannya cukup lama, kamu bisa berjalan dengan baik sampai di tujuan.

Tertawa bersamamu adalah obat terbaik untuk hati dan jiwaku.
Tertawa bersamamu adalah sinar mentari yang menghangatkan hariku.
Tertawa bersamamu adalah vitamin yang diperlukan jiwaku.
Saat melihatmu tertawa, seisi dunia ini serasa jauh lebih indah.
Kamu membuatku jatuh cinta dan tertawa.

Bersamamu, aku yakin akan bahagia selamanya.

Cintaku buat kamu sebesar inginku melihat kamu selalu bahagia...karena melihatmu bahagia adalah segalanya bagiku.

Mencintaimu jauh lebih baik dari segala hal terbaik yang pantas aku dapatkan.

Kadang-kadang aku ragu apakah aku harus berkorban demi cintamu. Tapi tiap kali mengingat wajahmu, aku merasa semangat dan siap pergi ke medan tempur.

Cintamu ibarat menara mercusuar kecilku. Menuntunku pulang, membuatku selamat dan
melindungiku dari marabahaya.

Saat aku jatuh cinta denganmu, segala hal lain di dunia ini jadi jatuh berkeping-keping.

Saat aku melihatmu, aku bisa tersenyum lebar. Dan saat aku bersamamu, senyumku gak akan bisa menggambarkan apa yang aku rasakan.

Cinta adalah mengetahui bahwa aku akan menghabiskan tiap hari, dari satu minggu penuh, dari semua bulan, dan dari tiap tahun hidupku bersamamu, dan berpikir: "Inilah yang aku Mau".

Untuk cinta-cintaku yang telah lewat, aku rela bertarung. Tapi untuk kamu, bertempur hingga napas terakhir pun aku rela.

Saat aku mencintaimu, aku melihat hal-hal kecil dari dirimu dan menyulapnya menjadi hal yang sangat istimewa.

Untukku, kamu adalah Sang Ratu yang menduduki singgasana hatiku.

Kamu adalah hadiah terbaik. Di matamu, aku melihat mentari dan bulan terbit.

Kita bersama bukan karena cinta yang kita buat, tapi karena cinta yang kita punya. Kita bersama bukan karena tawa yang kita buat, tapi karena tangis yang kita simpan bersama.

Aku tak ingin bersamamu karena segala pikiran yang kita bagi, tapi karena segala kata-kata yang tak perlu terucap. Dan aku tak akan merindukanmu karena apa yang kita lakukan, tapi karena apa adanya kita saat bersama.

Mencintaimu seperti angsa-angsa yang terbang gembira di bawah hujan.

Aku gak pernah merasa betul-betul mencintai seseorang, sampai aku bisa tertawa bersamamu.

Saat aku kehabisan ide; aku cukup melihatmu tersenyum, dan otakku akan kembali bekerja.

Sekian lama, aku berjalan mencari cinta. Tapi sekarang, cintamu lah yang membuatku berhenti berjalan.

Mencintaimu bikin semua hal di dunia ini jadi gak penting lagi, selain melihat kamu bahagia.

Aku tahu aku jatuh cinta denganmu, saat aku berada di dekatmu, dan aku merasa masih selalu ingin selalu lebih dekat lagi.

Bertemu denganmu, seperti menemukan sesuatu yang lebih indah dari emas dan permata di surga. Harganya gak akan bisa terjangkau oleh mata uang pun di bumi.

Aku ingin mencintaimu tanpa rasa takut. Aku ingin mempercayaimu tanpa rasa khawatir.
Aku ingin merindukanmu tanpa batasan. Dan aku menginginkan dirimu tanpa imbalan apapun.

Aku jatuh cinta denganmu, saat aku bisa bernyanyi dan menari dengan Irama hatiku.

Cintaku padamu tumbuh bukan karena kita bisa sering-sering ketemu. Tapi cintaku makin tumbuh, karena kita bisa sering mengingat di tengah segala kesibukan kita.

Saat aku melihat matamu, aku melihat segala yang cinta bisa berikan; hasrat, kedamaian, rasa percaya, dan penghargaan.

Manusia butuh uang, Kumbang butuh madu, Bunga butuh sinar, dan Aku butuh kamu.

Tiap detak jam menyuarakan satu alasan kenapa aku cinta kamu.

Tiap detak jam menyuarakan satu alasan kenapa aku cinta kamu.

Tiap sentuhan darimu, makin membuat cintaku bertambah.

Aku ingin berjalan bersama di sisimu. Aku akan mendorongmu dari belakang supaya kamu bisa terus berjalan. Ini semua karena aku cinta kamu.

Kalau kamu ingin tahu sebesar apa cintaku, lihatlah mataku dengan hatimu yang terbuka.

Aku ingin berada di dekatmu seperti kelopak matamu. Saat kamu bangun hingga tidur, selalu ada untukmu.

Cintaku buat kamu gak ada batas. Apa pun, akan kulakuan buat kamu, gak peduli apa pun yang harus kukorbankan.

Aku mencintaimu tanpa syarat, dengan segala apa yang aku punya, dan lebih dari apapun hal mungkin ada di dunia ini.

Kalau aku harus mengatakan rasa cintaku tiap menit dalam tiap waktu hidupku, gak akar cukup untuk menunjukkan apa yang kurase di dalam hatiku.

Semakin aku mengenalmu, semakin aku jatuh cinta denganmu.

Kalau aku harus menuliskan segala ras; cintamu buat kamu, gak akan cukup segal; kertas yang ada di bumi.

Aku pernah mencintaimu, Aku tetai mencintaimu, Aku selalu mencintaimu, dai selalu untuk selamanya.

Saat kamu bilang cinta, duniaku berhenti sesaat, bulan dan bintang berhenti bersinar, dan bumi berhenti bernafas.

Lihatlah hatimu dan kamu akan temukan apa yang kukatakan. Hatiku selalu mengatakan
kejujuran, dan kejujuranku adalah aku cinta kamu.

Aku tahu jalan untuk mencari cinta sejati gak akan pernah mudah. Aku pasti akan menabrak segala hambatan. Tapi sekarang aku bisa yakin berkata, kalau aku bisa berhenti berjalan, karena aku telah menemukan cinta sejatiku.

Buat kamu, aku rela berjalan puluhan kilo meter di gurun pasir, aku rela menghitung jumlah pasir di pantai, dan aku rela menghitung jumlah bintang di langit...(lebay pisan yehh....)

Semakin aku hidup, semakin aku tahu, satu hal sederhana sejati, yaitu mencintaimu.
Orang-orang perlu menutup mata mereka supaya bisa bermimpi. Tapi denganmu, aku bisa
membuka mataku.

Semakin lama aku hidup, semakin aku menyadari satu hal sederhana yang sejati; Aku cinta kamu Sebuah kata atau sebuah kecupan darimu, menyentuh jiwaku dan hatiku. Dan tak ada satu katapun di dunia ini yang bisa menjelaskannya.

Di mana surga dipertemukan dengan bumi, di situlah aku menemukan dirimu.

Bila cinta dari Tuhan berbentuk satu butir pasir, maka cintaku kepadamu seperti seluruh jumlah pasir yang ada di muka bumi ini.

Saat bersamamu, semua rasa takutku hilang
Aku akan berikan hidupku untukmu, karena kamu juga adalah duniaku.

Aku mencintaimu, bukan karena aku butuh kamu. Aku mencintaimu, karena aku ingin mencintaimu. Kamu membuatku merasa komplet.

Tak ada hal di dunia ini yang pasti. Hidupku selalu tak pasti, sampai saat kamu datang.

Kamu telah membawa sinar untuk gelapnya hidupku.

Kamulah yang bertanggung jawab atas segala rasa bahagia dan cinta yang aku rasakan
sekarang.

Kadang-kadang aku takut akan masa depan yang nggak pasti. Tapi mengetahui kamu ada di sisiku, membuat aku yakin dengan hidupku.

Dalam duniaku, aku bagaikan sebuah drum dalam sebuah orkestra besar. Kini kamu datang, dan membuat duniaku kini seperti menyuarakan harmoni cinta yang indah.

Kini aku tahu, jatuh cinta dan mencintaimu adalah dua hal yang jauh berbeda.
Kalau bukan karena cinta yang bikin aku jatuh hati denganmu....maka aku akan tetap jatuh.

Ketenangan jiwaku ada di telapak tanganmu, jadi tolong dibawa dengan hati-hati yah.

Aku pernah dengar tentang belahan jiwa. Aku gak pernah percaya, sampai akhirnya aku ketemu dirimu.

Setiap kali aku rasakan dekat jantungmu, itu sebuah pertanda bahwa kehidupanku ini benar ada.

Kamu adalah hadiah terbaik yang Tuhan turunkan dari surga.
Aku pernah berdoa minta diberikan malaikat pelindung. Eh gak sangka, doaku terkabul sekarang.

Setiap detik yang aku habiskan bersamamu, bagaikan berada di surga dan memandang mata malaikat.

Suatu hari nanti saat aku udah meninggalkan bumi ini dan pergi ke surga, aku mungkin mengenali salah satu wajah bidadari di sana. Soalnya aku kan udah pernah hidup dengan salah satu bidadari di bumi.

Tau gak, tadi malam aku minta malaikat penjagaku untuk ke rumahmu dan jagain kamu. Eh, ternyata dia buru-buru balik lagi. Tau gak dia bilang apa?? Malaikat nggak bisa ngejagain sesama malaikat.

Aku selalu berpikir kamu adalah sahabatku. Tapi ketika aku mulai jatuh cinta padamu, kamu berubah menjadi malaikatku.

Kayaknya doaku terlalu manjur. Tuhan gak mengirim seseorang untuk mencintaiku, tapi malah memberiku seorang malaikat.

Kamu adalah anugrah dari surga. Karena kamu bagaikan malaikat yamg menjawab doa-doaku.

Dengan cintamu, aku merasa seperti malaikat yang punya sayap dan bisa terbang ke awan.

Kamu seperti bidadari, terlalu rapuh untuk berada di bumi, dan terlalu indah untuk tetap tinggal di pintu surga.

Sebenernya aku gak tau seperti apa surga itu. Tapi karena kamu mewakili para bidadari di surga, bawalah aku terbang ke sana.

Katanya tertawa adalah kunci untuk menyembuhkan patah hati. Tapi kayaknya Tuhan sangat baik denganku karena dia kirim seorang malaikat sebagai kunci untukku.

Kalau aku mati dan bisa pergi ke surga, aku akan letakkan namamu di bintang kejora. Jadi para bidadari gak akan berani menggodaku lagi di sana.

Saat aku melihat kecantikanmu, aku heran, belum pernah aku melihat bidadari serendah ini.

Dulu aku gak pernah percaya dengan sulap. Tapi kamu datang dengan daya magis dan menyulap hidupku seperti berada di surga.

Saat aku melihatmu, perutku mules. Saat aku berbicara denganmu, bibirku terkunci. Dan saat kamu menyentuhku, aku rasanya terbang ke awan.

Saat kamu datang dalam hidupku, dari waktu ke waktu aku merasa semakin dekat menuju awan.

Kehadiran kamu seperti malaikat yang beri aku sayap, setelah puluhan tahun aku gak pernah bisa terbang.

==================================================